Ketika aku berpikir
tentang pensil, aku melihat seorang anak berjalan ke sekolah.
Dia menyukai, suara kotak
pensilnya yang bergemerak, di dalam tas sekolahnnya.
Ketika anak itu tidak
mampu pergi ke sekolah lagi, gemertaknya terdengar seolah-olah pensil menangis.
Bagiku, pensil berarti air
mata.
Ketika kau mengatakan
“Kakek, tolong tajamkan pensilku”
Aku mendengar ini sebagai
gantinya.
“Kakek tolong hapus air
mataku.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar